Monday, February 25, 2008
Friday, February 8, 2008
DOOR AND WINDOW: Material
Estetika sebuah gedung dapat diperlihatkan dari bentuk pintu dan jendela. Untuk mendesain pintu dan jendela yang menarik, pemilihan bahan haruslah dipertimbangkan dengan hati-hati. Kayu dan aluminium merupakan bahan yang umum digunakan, meskipun beberapa pilihan bahan yang lain juga cukup menarik, seperti kaca, PVC, atau kombinasi dari beberapa bahan tersebut. Di bawah ini akan ditampilkan pengetahuan tentang bahan-bahan yang dapat digunakan dalam mendesain pintu dan jendela.KAYU
Kayu merupakan bahan yang paling populer untuk pintu dan jendela. Bahan ini dapat menampilkan kesan alami dan estetis. Kayu solid atau plywood (kayu lapis) dapat diaplikasikan pada desain anda. Tampilan pintu dan jendela akan makin sempurna apabila bahan kayu yang digunakan telah dioven kering. Beberapa kelemahan yang sering dihadapi pada bahan kayu adalah daya tahan yang kurang terhadap jamur, rayap, dan cuaca.
ALUMINIUM
Bahan ini cukup banyak diaplikasikan pada bangunan modern, seperti bangunan perkantoran dan apartemen. Kesan modern selalu terkait dengan pemakaian aluminium sebagai bahan pintu dan jendela. Pemakaian yang umum dari bahan aluminium adalah dengan melakukan kombinasi dengan kaca, di mana aluminium menjadi bahan frame atau rangka dari pintu / jendela. Warna dasar dari bahan aluminium adalah silver, namun saat ini telah berkembang dengan munculnya aneka pilihan warna dari beberapa pabrikan.
PVC
Pemakaian bahan PVC pada awalnya sebagai bahan pintu kamar mandi, rangka dan daun pintu. Tahan air, ringan, bebas karat, bebas rayap, merrupakan beberapa keunggulan dari bahan ini. Saat ini, bahan PVC juga banyak diaplikasikan sebagai frame dari pintu dan jendela, sebagaimana bahan aluminium.
KACA
Pintu kaca cukup banyak digunakan pada bangunan mall atau shopping center. Dengan perkembangan teknologi kaca yang cukup pesat, jenis kaca transparan bukanlah menjadi satu-satunya pilihan. Sandblast dan decorative art glass dapat dipertimbangkan untuk mempercanti penampilan bangunan anda.
Kayu merupakan bahan yang paling populer untuk pintu dan jendela. Bahan ini dapat menampilkan kesan alami dan estetis. Kayu solid atau plywood (kayu lapis) dapat diaplikasikan pada desain anda. Tampilan pintu dan jendela akan makin sempurna apabila bahan kayu yang digunakan telah dioven kering. Beberapa kelemahan yang sering dihadapi pada bahan kayu adalah daya tahan yang kurang terhadap jamur, rayap, dan cuaca.
ALUMINIUM
Bahan ini cukup banyak diaplikasikan pada bangunan modern, seperti bangunan perkantoran dan apartemen. Kesan modern selalu terkait dengan pemakaian aluminium sebagai bahan pintu dan jendela. Pemakaian yang umum dari bahan aluminium adalah dengan melakukan kombinasi dengan kaca, di mana aluminium menjadi bahan frame atau rangka dari pintu / jendela. Warna dasar dari bahan aluminium adalah silver, namun saat ini telah berkembang dengan munculnya aneka pilihan warna dari beberapa pabrikan.
PVC
Pemakaian bahan PVC pada awalnya sebagai bahan pintu kamar mandi, rangka dan daun pintu. Tahan air, ringan, bebas karat, bebas rayap, merrupakan beberapa keunggulan dari bahan ini. Saat ini, bahan PVC juga banyak diaplikasikan sebagai frame dari pintu dan jendela, sebagaimana bahan aluminium.
KACA
Pintu kaca cukup banyak digunakan pada bangunan mall atau shopping center. Dengan perkembangan teknologi kaca yang cukup pesat, jenis kaca transparan bukanlah menjadi satu-satunya pilihan. Sandblast dan decorative art glass dapat dipertimbangkan untuk mempercanti penampilan bangunan anda.
KOMBINASI BAHAN
Kreativitas untuk melakukan kombinasi bahan pada desain pintu dan jendela akan meningkatkan nilai bangunan. Kombinasi ini dapat berupa bahan kayu dan kaca, aluminium dan kaca, atau PVC dan kaca.
PINTU: Fungsi
Apa yang akan kita lakukan pada saat kita tiba di depan rumah seorang teman? Tentu mencari pintu masuk. Apa yang akan kita lakukan apabila kita ingin mendapatkan privasi pada ruang tidur kita? Menutup pintu tentunya. Dan apa yang akn kita lakukan apabila kita ingin mencegah tamu tak diundang masuk ke dalam rumah? Pasti mengunci pintu. Beberapa pertanyaan tersebut merupakan hal yang terkait dengan fungsi pintu pada bangunan. Berikut penjelasan dari fungsi pintu:PENGHUBUNG
Fungsi ini terkait dengan aktifitas masuk atau keluar banguan / ruangan. Pintu depan merupakan penghubung utama untuk memasuki sebuah rumah. Pintu kamar mandi merupakan penghubung untuk memasuki ruangan yang memiliki tingkat privasi tinggi.
Fungsi ini terkait dengan aktifitas masuk atau keluar banguan / ruangan. Pintu depan merupakan penghubung utama untuk memasuki sebuah rumah. Pintu kamar mandi merupakan penghubung untuk memasuki ruangan yang memiliki tingkat privasi tinggi.
PEMBATAS
Terdapat lebih dari dua atau tiga ruangan dalam sebuah rumah. Tiap ruangan memiliki fungsi sendiri-endiri yang membuatnya beda dengan ruangan yang lain. Ruang keluarga, ruang makan, dapur, ruang tidur, dan kamar mandi memiliki fungsi sendiri-sendiri. Sebuah pembatas, yang dapat diwakili oleh pintu, perlu dihadirkan untuk tiap ruangan.
Terdapat lebih dari dua atau tiga ruangan dalam sebuah rumah. Tiap ruangan memiliki fungsi sendiri-endiri yang membuatnya beda dengan ruangan yang lain. Ruang keluarga, ruang makan, dapur, ruang tidur, dan kamar mandi memiliki fungsi sendiri-sendiri. Sebuah pembatas, yang dapat diwakili oleh pintu, perlu dihadirkan untuk tiap ruangan.
KEAMANAN
Keamanan sebuah rumah merupakan salah satu fungsi penting dari pintu dan jendela. Keamanan di sini diartikan aman dari tindak kriminal yang terjadi karena tamu tak diundang masuk ke dalam rumah. Keamanan pintu dan jendela akan ditentukan dari bahan pintu / jendela maupun kualitas sistem kunci.
JENDELA: Fungsi
Jendela merupakan salah satu bagian dari bangunan yang memiliki beberapa fungsi. Tidak hanya fungsi ventilasi udara, jendela juga berfungsi sebagai penghubung ke pemandangan di luar
bangunan. Desain jendela yang menarik akan meningkatkan citra visual sebuah bangunan. Kayu dan aluminium merupakan pilihan bahan yang akan dipertimbangkan dalam merencanakan jendela. Pertimbangan lain adalah desain bentuk dan ukuran. Beberapa pertimbangan tersebut tentunya harus melihat tujuan dan fungsi dari jendela tersebut. Ada tiga fungsi utama dari jendela sebagai berikut:
bangunan. Desain jendela yang menarik akan meningkatkan citra visual sebuah bangunan. Kayu dan aluminium merupakan pilihan bahan yang akan dipertimbangkan dalam merencanakan jendela. Pertimbangan lain adalah desain bentuk dan ukuran. Beberapa pertimbangan tersebut tentunya harus melihat tujuan dan fungsi dari jendela tersebut. Ada tiga fungsi utama dari jendela sebagai berikut:PENCAHAYAAN
Jendela dapat menyediakan cahaya alami dari sinar matahari pada pagi dan siang hari. Hal ini dapat terjadi cukup dengan membuka daun jendela atau membuka tirai pada jendela kaca. Pencahayaan alami dapat ditentukan dari lokasi, jumlah, ukuran, dan bentuk jendela. Selain desain jendela, pencahayaan yang optimum didukung oleh pemilihan warna cat interior yang dapat memantulkan dan mendistribusikan cahaya dari luar bangunan ke dalam ruangan. Desain jendela yang baik dapat menyediakan cahaya alami yang memadai tanpa menimbulkan kenaikan temeperatur dalam ruangan akibat cahaya matahari.
Jendela dapat menyediakan cahaya alami dari sinar matahari pada pagi dan siang hari. Hal ini dapat terjadi cukup dengan membuka daun jendela atau membuka tirai pada jendela kaca. Pencahayaan alami dapat ditentukan dari lokasi, jumlah, ukuran, dan bentuk jendela. Selain desain jendela, pencahayaan yang optimum didukung oleh pemilihan warna cat interior yang dapat memantulkan dan mendistribusikan cahaya dari luar bangunan ke dalam ruangan. Desain jendela yang baik dapat menyediakan cahaya alami yang memadai tanpa menimbulkan kenaikan temeperatur dalam ruangan akibat cahaya matahari.
VENTILASI UDARA
Ada kalanya terdapat perbedaan temperatur di luar dan di dalam ruangan. Jendela berfungsi sebagai jalan sirkulasi udara pada kondisi tersebut. Sirkulasi udara ke dalam ruangan dikategorikan sejuk apabila kecepatan udara dalam ruangan berkisar antara 0.1 - 0.5 meter per detik. Lokasi yang baik dan desain bukaan jendela akan membantu kita dalam menciptakan sirkulasi udara yang baik.
Ada kalanya terdapat perbedaan temperatur di luar dan di dalam ruangan. Jendela berfungsi sebagai jalan sirkulasi udara pada kondisi tersebut. Sirkulasi udara ke dalam ruangan dikategorikan sejuk apabila kecepatan udara dalam ruangan berkisar antara 0.1 - 0.5 meter per detik. Lokasi yang baik dan desain bukaan jendela akan membantu kita dalam menciptakan sirkulasi udara yang baik.
ARCHITECTURE ACCENT
Sebuah bangunan yang hanya terdiri dari dinding massive tentunya tidak enak dipandang. Kehadiran jendela akan meningkatkan keindahan bangunan, terlebih lagi dengan pemilihan warna yang serasi antara dinding dan jendela. Bentuk jendela yang tinggi dan langsing akan menampilkan kesan besar pada bangunan yang kecil. Kesan dinamis pada bangunan juga dapat diciptakan dari kombinasi bentuk bulat dan kotak pada jendela. Architecture accent juga muncul dari pemilihan bahan jendela. Bahan aluminium akan menampilkan kesan modern, sedangkan bahan kayu akan menampilkan kesan etnik.
Sebuah bangunan yang hanya terdiri dari dinding massive tentunya tidak enak dipandang. Kehadiran jendela akan meningkatkan keindahan bangunan, terlebih lagi dengan pemilihan warna yang serasi antara dinding dan jendela. Bentuk jendela yang tinggi dan langsing akan menampilkan kesan besar pada bangunan yang kecil. Kesan dinamis pada bangunan juga dapat diciptakan dari kombinasi bentuk bulat dan kotak pada jendela. Architecture accent juga muncul dari pemilihan bahan jendela. Bahan aluminium akan menampilkan kesan modern, sedangkan bahan kayu akan menampilkan kesan etnik.
Portland Cement
Material ini memiliki peran yang amat penting pada pemakaian bahan bangunan, terutama beton. Campuran pasir, batu pecah, air, dan semen akan menghasilkan beton. Pada saat anda akan membangun rumah, beton akan menjadi salah satu alternatif utama untuk digunakan pada pondasi, kolom, balok, lantai, maupun atap. Pemakaian semen lainnya selain beton adalah bahan plesteran atau mortar, yang dapat digunakan pada sambungan bata, plesteran dinding, maupun untuk pemasangan keramik.
Beberapa jenis semen yang biasa diproduksi oleh pabrik adalah sebagai berikut:
Semen Tipe I
Semen tipe ini umum digunakan pada pekerjaan bangunan yang tidak memerlukan spesifikasi khusus. Semen ini amat mudah ditemui di pasaran dan semua pabrik memproduksi semen tipe ini.
Semen tipe ini umum digunakan pada pekerjaan bangunan yang tidak memerlukan spesifikasi khusus. Semen ini amat mudah ditemui di pasaran dan semua pabrik memproduksi semen tipe ini.
Semen Tipe II
Semen tipe ini sering digunakan pada saat pengecoran dalam jumlah amat besar, misal pondasi blok tower high rise building maupun pengecoran bendungan dan pondasi jembatan.
Semen tipe ini sering digunakan pada saat pengecoran dalam jumlah amat besar, misal pondasi blok tower high rise building maupun pengecoran bendungan dan pondasi jembatan.
Semen Tipe V
Semen tipe ini digunakan untuk beton pada lingkungan yang berair dan mengandung sulfat lebih dari 2%. Konstruksi yang biasa menggunakan semen ini adalah bangunan limbah pabrik, pengecoran beton di bawah air laut, terowongan, dan dermaga.
Semen tipe ini digunakan untuk beton pada lingkungan yang berair dan mengandung sulfat lebih dari 2%. Konstruksi yang biasa menggunakan semen ini adalah bangunan limbah pabrik, pengecoran beton di bawah air laut, terowongan, dan dermaga.
Super Masonry Cement
Semen ini digunakan untuk pembuatan rumah, jalan, dan irigasi di mana kekuatan beton maksimal K-225. Super MAsonry Cement juga dapat digunakan sebagai bahan baku batako, paving blok, dan bahan bangunan lainnya.
Semen ini digunakan untuk pembuatan rumah, jalan, dan irigasi di mana kekuatan beton maksimal K-225. Super MAsonry Cement juga dapat digunakan sebagai bahan baku batako, paving blok, dan bahan bangunan lainnya.
Super Portland Pozzolan Cement
Penggunaan secara luas pada pengecoran dalam jumlah besar dan yang memerlukan ketahanan sulfat (pada bangunan laut atau di daerah rawa), konstruksi yang perlu kedap air, pengikat bata, dan plesteran dinding.
Penggunaan secara luas pada pengecoran dalam jumlah besar dan yang memerlukan ketahanan sulfat (pada bangunan laut atau di daerah rawa), konstruksi yang perlu kedap air, pengikat bata, dan plesteran dinding.
Oil Well Cement Class G-HSR (High Sulfate Resistance)
Semen tipe khusus ini digunakan pada sumur minyak dan gas di bawah tanah atau di laut. Dengan menambahkan beberapa bahan tambahan (additive), semen ini akan dapat digunakan pada berbagai kedalaman dan temperatur.
Semen tipe khusus ini digunakan pada sumur minyak dan gas di bawah tanah atau di laut. Dengan menambahkan beberapa bahan tambahan (additive), semen ini akan dapat digunakan pada berbagai kedalaman dan temperatur.
Wednesday, February 6, 2008
OVERVIEW
A house building is a place where we stay almost everyday. As a living place, house building should be comfortable to the owner. Many factors can influence it: location, neighborhood, and building design. Another factor is building material, which is also important to create a comfort house.
This blog will collect all information about building materials, including links to sites that have interesting contents about building materials. Everybody can learn about many kinds of building materials; designer, contractor, or even anybody who wants to renovate their houses.
This blog will collect all information about building materials, including links to sites that have interesting contents about building materials. Everybody can learn about many kinds of building materials; designer, contractor, or even anybody who wants to renovate their houses.
Subscribe to:
Posts (Atom)




























