Friday, February 8, 2008

Portland Cement

Material ini memiliki peran yang amat penting pada pemakaian bahan bangunan, terutama beton. Campuran pasir, batu pecah, air, dan semen akan menghasilkan beton. Pada saat anda akan membangun rumah, beton akan menjadi salah satu alternatif utama untuk digunakan pada pondasi, kolom, balok, lantai, maupun atap. Pemakaian semen lainnya selain beton adalah bahan plesteran atau mortar, yang dapat digunakan pada sambungan bata, plesteran dinding, maupun untuk pemasangan keramik.
Beberapa jenis semen yang biasa diproduksi oleh pabrik adalah sebagai berikut:

Semen Tipe I
Semen tipe ini umum digunakan pada pekerjaan bangunan yang tidak memerlukan spesifikasi khusus. Semen ini amat mudah ditemui di pasaran dan semua pabrik memproduksi semen tipe ini.

Semen Tipe II
Semen tipe ini sering digunakan pada saat pengecoran dalam jumlah amat besar, misal pondasi blok tower high rise building maupun pengecoran bendungan dan pondasi jembatan.

Semen Tipe V
Semen tipe ini digunakan untuk beton pada lingkungan yang berair dan mengandung sulfat lebih dari 2%. Konstruksi yang biasa menggunakan semen ini adalah bangunan limbah pabrik, pengecoran beton di bawah air laut, terowongan, dan dermaga.

Super Masonry Cement
Semen ini digunakan untuk pembuatan rumah, jalan, dan irigasi di mana kekuatan beton maksimal K-225. Super MAsonry Cement juga dapat digunakan sebagai bahan baku batako, paving blok, dan bahan bangunan lainnya.

Super Portland Pozzolan Cement
Penggunaan secara luas pada pengecoran dalam jumlah besar dan yang memerlukan ketahanan sulfat (pada bangunan laut atau di daerah rawa), konstruksi yang perlu kedap air, pengikat bata, dan plesteran dinding.

Oil Well Cement Class G-HSR (High Sulfate Resistance)
Semen tipe khusus ini digunakan pada sumur minyak dan gas di bawah tanah atau di laut. Dengan menambahkan beberapa bahan tambahan (additive), semen ini akan dapat digunakan pada berbagai kedalaman dan temperatur.